Wednesday, October 14, 2015

Pachter Candu

Penghisap Candu
 
Semasa hidupnya Oei Tiong Ham pernah menjadi seorang pachter candu, bahkan seorang pachter candu yang paling besar di seluruh Hindia Belanda. Pada waktu itu ia memegang monopoli perdagangan candu di empat daerah. yakni di daerah Solo, Yogya, Semarang dan Surabaya, dan terus memegangnya hingga sistim monopoli perdagangan candu semacam itu akhirnya dihapuskan pada tahun 1904. Hasil keuntungan yang berhasil diperolehnya dari perdagangan candu di empat daerah itu luar biasa pula. Menurut keterangan, dari tahun 1890 hingga tahun 1903 saja jumlah keuntungan total ada berjumlah 18 juta gulden dan merupakan jumlah keuntungan yang paling besar jika dibandingkan dengan jumlah keuntungannya yang didapatnya dari cabang-cabang perniagaannya yang lain. Namun apakah Oei Tiong Ham bisa mencapai keuntungan sebesar itu? Dari keuntungan itu ada orang yang percaya bahwa ia  menjalankan praktek-praktek  penyelundupan candu, pertanyaan itu barang tentu hanya harus dibuktikan.

Wednesday, September 9, 2015

Rumah-rumah di Pecinan

 Rumah-Rumah di Batavia

PADA masa awal tempo doeloe Pecinan Semarang  masih merupakan  suatu tempat yang tidak boleh dipuji, demikian kiranya kesimpulan  yang akan kita tarik Jika kita  mengikuti lukisan yang  pernah diberikan Dr. Baron van Hoevell, seorang pendeta Belanda yg pada tahun 1847 pernah mengunjungi tempat itu.
 
Jalannya kecil dan sempit  serta menjorok jauh ke dalam. Sedangkan rumah-rumahnya, sekalipun terbuat dari tembok dan  beratap genting, namun keadaannya banyak yang kotor  dan suram. Hanya ada sedikit saja rumah-rumah yang baik di  tempat itu, demikian antara lain kesanang |pernah diberikan oleh Dr. Baron van Hoevell mengenai Pecinan Semarang dlm buku laporan perjalanan.

Oei Tiong Ham



Oei Tiong Ham

Oei Tiong Ham adalah seorang Pengusaha handal dari Semarang yang terkenal bukan hanya kaya tetapi juga mengubah tradisi dari perdagangan tradisional ke perdagangan modern dan melahirkan para profesional di kalangan Tionghoa pada awal abad 20. Selain itu Oei Tiong Ham adalah pengusaha yang berhasil menginternasionalkan usahanya ke pelbagai negara. Mungkin sampai sekarangpun sangat jarang ditemui pengusaha Indonesia yang “Go Internasional” sehingga menjual produk ke luar negeri dan memberi keuntungan kepada tanah airnya.
 
Dari sudut sosial-budaya, Oei Tiong Ham adalah orang Tionghoa pertama pada saat itu yang memotong Taucangnya (rambut berkuncir). Dengan memotong Taucang berarti Oei Tiong Ham berhasil memutus tradisi lama dan hidup di dunia modern. Karena itu Oei Tiong Ham adalah simbol modernitas yang banyak menyimpan pengetahuan yang relevan untuk masa kini.  Sayang sepak terjangnya tidak pernah di teliti selain dari sudut ekonomi.
 
Dari uraian di muka kami mengangkat Oei Tiong Ham dalam website agar banyak generasi muda yang mengenalnya dan tertarik untuk menelitinya dari berbagai sudut pandang. Akhirnya, mudah-mudahan akan ada Oei Tiong Ham baru dalam sejarah Indonesia yang piawai dalam menginternasionalkan produk Indonesia. 

Travel

Pantai Skouw Sae

Menu yang anda klik ini adalah tentang traveling di Indonesia. Wisindo dan Citynode adalah dua buah website yang saling mengisi tentang wisata di Indonesia. Wisindo adalah Website tentang wisata diseliruh Indonesia sedangkan Citynode adalah tentang titik-titik simpul kota yang sebaiknya anda kunjungi.
 
Dua buah website ini berisi tentang informasi dan teori-teori tentang pariwisata 
dan kota yang sangat bermanfaat bagi orang Indonesia. Keduanya adalah hasil riset yang dilakukan oleh penulis, praktisi, dan tenaga ahli yang bersertifikat utama. Tujuannya tidak lain adalah berbagi ilmu bagi kemajuan dunia ilmiah.
 
Web site ini mamang sengaja di buat dalah dua bahasa, Inggris dan Indonesia karena selain untuk orang Indonesia juga orang di luar Indonesia yang ingin mempelajari kota dan pariwisata Indonesia.
Akhir kata selamat selamat membacanya.

Sunday, August 23, 2015

Matahari Di Atas Batavia

Tempat Pelelangan

Klik Batavia adalah website yang komplit tentang Batavia. Maka dari itu kurang lengkap kalau tidak ada novel yang bercerita tentang kota tua ini, menjadikannya panggung yang menegangkan dan sekaligus romantis.

Novel ini diangkat dari kehidupan nyata di Batavia, penelitian sejarah kota ini pada tahun 1737-1740 dimana mayoritas penduduk kota adalah orang Tionghoa dan yang memerintah adalah orang Belanda. Kehidupan Batavia pada saat itu sangat religius dengan dominasi kehidupan gereja protestan Kalvinis. Sebaliknya kehidupan dipecinan yang berada diluar tembok kota adalah agama kelenteng.

Novel ini mengangkat kisah seorang sinshe yang bertugas di rumah sakit Tionghoa, sayang rumah sakit itu sudah diruntuhkan tanpa bekas dan sudah dilupakan orang. Diceritakan percintaan antara seorang sinshe dengan gadis berdarah campuran Belanda - Tionghoa. Latar belakang percintaan mereka adalah peristiwa 1740 yang mana Batavia di serang orang Tionghoa dibawah pimpinan Khe Panjang dan peristiwa pembantaian orang Tionghoa.  

Ditulis oleh seorang sejarahwan dan penulis yang lagi naik daun Chen Ming Sien, akan bertutur dalam cerita bersambung. Novel ini sebuah gebrakan dari bentuk novel tradisional yang satu arah. Sebaliknya novel ini dua arah dimana pembaca dapat memberi komentar dan saling berkomentar serta berdiskusi.

Wisindo, Wisata Indonesia

Pantai Skouw Sae

Selamat datang di situs Wisindo. Kami senantiasa memberikan informasi wisata di Indonesia sampai dengan kota sekecil apa pun. Bagi kami semua tempat di Indonesia adalah Indah dan dapat dijual sebagai tujuan pariwisata. Apakah seluruh wilayah Indonesia adalah surganya pariwisata? Tergantung bagaimana kita melihatnya. Website ini mengajak anda untuk mengekplorasi seluruh wilayah Indonesia. Kami memandang Nusantara sebagai halaman luas yang dimana saja dapat ditanami “pohon pariwisata” yang nantinya akan berbuah memberikan kemakmuran bagi rakyatnya. Maka dari itu kami terbuka jika ada pemerintah daerah yang ingin mempromosikan pariwisata di daerahnya di website ini.

Selain itu situs kami juga melakukan pendidikan pariwisata bagi siapa saja yang ingin tahu apa itu pariwisata. Maka dari itu banyak tulisan pariwisata yang mudah dimengerti oleh semua orang. Kami selalu berusaha menyederhanakan segala hal yang rumit dan sulit untuk dimengerti. Teori-teori pariwisata yang hanya dimengerti oleh dunia kampus diubah menjadi sederhana dan enak dibaca.

Jangan lupa, situs ini mengungkap secara lebih luas tentang perencanaan pariwisata. Bagi kami masalah pariwisata bukan hanya bagaimana mempromosikannya sehingga laku dijual, tetapi juga bagaimana mempersiapkannya. Suatu perencanaan pariwisata merupakan multidisiplin. Untuk itu kami bekerjasama dengan perguruan tinggi terkemuka untuk menjelaskan hal ini.

Kami juga menyajikan tulisan-tulisan ringan, enak dibaca dan memberi pendidikan pariwisata. Cita-cita kami adalah semua orang Indonesia sadar wisata. Dengan demikian akan mudah menatanya dan mempromosikan pariwisata. Kekuatan pariwisata sebenarnya terletak pada kesadaran masyarakatnya untuk menjadi masyarakat yang “menjual” pariwisata.

Selamat Datang di Wisindo!

Tuesday, February 3, 2015

Tionghoa dan Integritas Nasional

 Kelenteng Jin De Yuan

Bagi seorang WNI Keturunan, Jaman orde baru adalah jaman dimana rasialisme berkecamuk diikuti dengan kerusuhan yang setiap waktu dapat mengancam jiwanya atau keluarganya. Seorang WNI keturunan yang lahir di jaman orde baru, tidak akan mengenal bagaimana tokoh-tokoh nasionalis Tionghoa yang berjuang dibelakang merah putih berperang melawan Belanda.

Selain masalah kepengurusan surat SBKRI, Surat Lahir, surat ganti nama yang sifatnya pemerasan yang dilakukan oleh para pejabat terhadap rakyatnya yang WNI Keturunan, kelompok masyarakat yang satu ini juga mengalami erosi kebudayaan yang demikian hebat selama orde baru.

Pengikisan kebudayaan ini dilakukan dengan pelarangan upacara-upacara kelenteng di tempat umum secara terbuka dan penggantian nama dengan nama yang bukan nama cina. Tulisan Cina dilarang, sehingga setiap orang yang akan mendarat di Bandara Soekarna Hatta, pada waktu itu harus menyatakan tidak membawa buku dengan tulisan cina, disamping pelarangan tidak membawa narkoba, disini tulisan Tionghoa tidak beda dengan morfin dan ganja yang harus dilarang secara keras.

Untuk itulah di pandang penting bagi penulis untuk menurunkan berbagai tulisan tentang Tionghoa di Nusantara termasuk Penang di Malaysia dari kacamata seorang Tionghoa Indonesia.

Tujuan dibukanya website ini tak lain adalah untuk menumbuhkan nasionalisme Indonesia yang lebih utuh.

Tulisan dalam website ini di angkat dari tulisan-tulisan Dr. Ir. Pratiwo, M Arch. Yang selama ini tersebar dalam berbagai jurnal. Selamat membaca.